RenunganHarian - 2022/01/23. Renungan Harian Kristen Hari Ini 22 Januari 2022 - Pengkhotbah 3 : 11. Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mareka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir - Pengkhotbah 3: 11. 1Samuel 1:1-28. (Ayat 10) Dan dengan hati pedih ia berdoa kepada TUHAN sambil menangis tersedu-sedu. Masalah atau persoalan sering kali Tuhan izinkan dalam kehidupan umat-Nya. Sering kali Tuhan sengaja membawa umat-Nya kepada keadaan yang tidak baik, tetapi kalau semua hal itu terjadi, Allah punya rencana yang dahsyat melalui umat-Nya. Ketidakmampuankita untuk mengerti rencana Tuhan sesungguhnya sudah diingatkan sejak lama. Dalam Pengkotbah dikatakan "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir." (Pengkotbah 3:11). Mengapa? Vay Tiền Nhanh. Renungan Sabtu 26 September 2020 Bacaan Pkh. 119-128; Mzm. 903-4,5-6,12-13,14,17; Luk. 943b-45. “Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.” Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya Lukas 44-45 Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan, Bacaan injil hari ini mengisahkan tentang Yesus yang menyatakan akan penderitaan-Nya namun para murid tidak mengerti apa yang dimaksudkan Yesus karena maknanya tersembunyi bagi mereka. Penderitaan dan salib serta kematian yang akan di alami Tuhan Yesus adalah konsekuensi logis dari pewartaan-Nya tentang kasih dan Kerajaan Allah, Yesus yang mewartakan segala kebaikan melakukan segala kebaikan malah direspon dengan amarah, dendam dengki dan iri oleh orang-orang terkemuka dalam bangsa Yahudi pada saat itu dan kematian di kayu salib adalah konsekuensi dari pewartaan-Nya tentang kerajaan Allah. Yesus tahu akan hal itu, sebagai seorang manusia biasa tentu juga Ia merasa cemas dan takut sama seperti manusia pada umumnya namun sebagai Allah, Ia sangat mencintai manusia dan rela mati dengan ikhlas di atas kayu salib hina demi menebus dosa manusia. Menangkap rencana Tuhan akan hidup kita, keluarga kita dan dunia pada umumnya, bukanlah sesuatu yang mudah sebagai suatu misteri yang tak mampu kita pikirkan. Sering kali kita mengeluh tidak percaya akan Tuhan bukannya berdoa dan merenungkan firman Tuhan, kita malah berusaha menghindari salib itu. Pada awal Pandemi Covid 19, bulan Maret 2020 saya percaya setiap anak Tuhan pasti sudah berdoa dan puasa tak henti-hentinya, tetapi kenyataannya Virus Corona 19 belum bisa dikendalikan, bahkan semakin banyak korban yang terpapar dan tidak sedikit yang meninggal. Saat renungan ini ditulis setiap hari di Indonesia bertambah 3000 lebih orang yg terpapar Virus Corona 19, 1000 lebih diantaranya berada di Jakarta dan sekitarnya. Sebagai manusia yang berdosa, iman saya sempat bingung, gelisah bahkan goyah, di mana Tuhan, di mana janji-janji-Nya, bagaimana saya harus bersaksi akan kebesaran Tuhan pada saat saya mengajar, Saya tidak bisa mengajar tanpa mengimani bahwa Allah adalah kasih, penuh kuasa dan tidak ada yang mustahil bagi Allah, Yesus mampu menyembuhkan, yang buta melihat Bartimeus, yang mati dihidupkan Lazarus, Yesus menggandakan lima roti dua ikan untuk 5000 orang laki-laki makan sampai kenyang dan sisanya 12 bakul dan semuanya yang ada dalam Injil. “Saya tetap dan terus berdoa pagi, siang dan malam tetapi Virus Corona 19 tetap masih ada, pandemi masih berlaku. Tetapi Tuhan punya rencana dan menjawab dengan cara-Nya sendiri, di saat-saat pandemi saya merasakan kebersamaan Tuhan Yesus sungguh luar biasa, apa yang saya lakukan dalam usaha, keuangan dan keluarga diberkati secara nyata . Tuhan Yesus ada dan tidak diam, menyertai keberadaan setiap kita anak-anak-Nya yang dikasihi. Pertolongan Tuhan tepat pada waktunya. Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Ku pasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwa-Mu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Ku pasang itu enak dan beban-Ku pun ringan Mat 11 28-30. Bersama Kristus kita percaya, tak ada air mata tanpa rahmat, tiada beban tanpa berkat dan tiada kesulitan tanpa solusi. Rencana Tuhan indah pada waktunya. Tenanglah Kini Hatiku Edward Chen Tenanglah kini hatiku Tuhan memimpin langkah hidupku Di saat bimbang dan ragu Kurasa tangan-Nya Yesus membimbingku Tanganku dipegang-Nya Hatiku berserah pada semua janji-Nya Yesus membimbingku dengan tangan kasih-Nya Tenanglah hatiku Sebab tanganku dipegang teguh Tenanglah kini hatiku Tuhan memimpin langkah hidupku Di saat bimbang dan ragu Kurasa tangan-Nya Yesus membimbingku Tanganku dipegang-Nya Hatiku berserah pada semua janji-Nya Yesus membimbingku dengan tangan kasih-Nya Tenanglah hatiku Sebab tanganku dipegang teguh Yesus membimbingku Tanganku dipegang-Nya Hatiku berserah pada semua janji-Nya… Doa Tuhan Yesus, ampuni aku dan beri keberanian untuk mewartakan Kabar Gembira, jauhkanlah hati yang bimbang dan ragu Berani menanggapi panggilan dalam dunia di tengah Pandemi Covid 19 serta tahu bagaimana mendengarkan suara Allah lewat tanda-tanda zaman, berani membuka diri untuk kemungkinan kemungkinan yang diberikan dalam perutusan kita untuk turun ke masyarakat, serta menjadi tanda dan sarana rencana Allah bagi sesama dan Yesus untuk selama-lamanya. Amin SWK eva Official Writer Ada seorang anak laki-laki yang berambisi menjadi seorang jenderal Angkatan Darat. Anak itu pandai dan ia selalu berdoa kepada Tuhan agar impiannya suatu saat nanti akan menjadi kenyataan. Sayangnya, ketika dirinya hendak bergabung dengan Angkatan Darat, ia ditolak karena memiliki telapak kaki yang rata. Setelah berulang kali berusaha, ia kemudian melepaskan mimpinya dan mulai menyalahkan Tuhan karena tidak menjawab doanya. Ia merasa kalah dan memiliki rasa amarah yang belum pernah dimiliki sebelumnya. Ia tahu bahwa Tuhan ada, namun kini dia tidak mempercayai-Nya lagi sebagai seorang sahabat. Ia tidak pernah lagi berdoa atau melangkahkan kakinya ke gereja. Ketika orang-orang berbicara tentang Tuhan yang Maha Pengasih, maka ia akan mengejek dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan rumit yang akan membuat orang-orang kebingungan. Ia kemudian memutuskan untuk masuk perguruan tinggi dan menjadi dokter. Setelah beberapa tahun kemudian, dia menjadi seorang ahli bedah yang handal dan terkenal. Sekarang semua pasiennya yang tadinya tidak memiliki kemungkinan hidup lagi, kini mempunyai kesempatan untuk hidup yang baru. Selama bertahun-tahun, ia telah menyelamatkan banyak nyawa, baik anak-anak maupun orang dewasa. Ketika dirinya tidak lagi muda, ia melatih para ahli bedah lainnya sehingga lebih banyak lagi jiwa yang diselamatkan. Pada suatu hari ia meninggal dan pergi menjumpai Tuhan. Di tempat itu, pria tersebut bertanya kepada Tuhan mengapa doa-doanya tidak pernah dijawab, dan Tuhan berkata, “Pandanglah ke langit, anak-Ku, dan lihatlah impianmu menjadi kenyataan.” Di sana, ia dapat melihat dirinya sendiri sebagai seorang anak laki-laki yang berdoa agar bisa menjadi seorang prajurit. Ia melihat dirinya masuk Angkatan Darat dan menjadi prajurit. Dirinya menjadi sombong dan ambisius yang seakan-akan berkata bahwa suatu hari nanti ia akan memimpin sebuah resimen. Ia kemudian dipanggil untuk bertempur dalam suatu perang dan berada di garis depan. Di posisinya tersebut, sebuah bom jatuh dan membunuhnya. Ia dimasukkan ke dalam peti kayu untuk dikirimkan kembali kepada keluarganya. Semua ambisinya hancur berkeping-keping saat orang tuanya menangisi kepergiannya. Lalu Tuhan berkata, “Sekarang lihatlah bagaimana rencana-Ku telah terpenuhi sekalipun engkau tidak setuju.” Sekali lagi ia memandang ke langit. Di sana ia memperhatikan kehidupannya. Hari demi hari, ada begitu banyak nyawa yang telah diselamatkannya. Ia melihat senyum di wajah pasiennya dan di wajah anggota keluarganya. Kehidupan baru telah diberikan Tuhan kepada mereka melalui dirinya dengan menjadi seorang ahli bedah. Kemudian di antara para pasiennya, ia melihat seorang anak laki-laki yang juga memiliki impian yang sama dengan dirinya untuk menjadi seorang prajurit, namun sayangnya dia terbaring sakit. Ia melihat bagaimana ia telah menyelamatkan nyawa anak laki-laki itu melalui operasi bedah yang dilakukannya. Hari ini, anak laki-laki itu telah dewasa dan menjadi seorang jenderal. Pria tersebut telah menyelamatkan nyawanya. Pada hari itu, ia tahu bahwa Tuhan ternyata selalu berada bersama dengannya. Ia mengerti bagaimana Tuhan telah memakainya sebagai alat-Nya untuk menyelamatkan banyak jiwa dan memberikan kesempatan kepada seorang anak laki-laki yang ingin menjadi prajurit. Sumber Halaman 1 *Pengkhotbah 311, Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. Ada seorang anak laki-laki yang berambisi bahwa suatu hari nanti ia akan menjadi jenderal Angkatan Darat. Anak itu pandai dan memiliki ciri-ciri yang lebih daripada cukup untuk dapat membawanya kemanapun ia mau. Untuk itu ia bersyukur kepada Tuhan, oleh karena ia adalah seorang anak yang takut akan Tuhan dan ia selalu berdoa agar supaya suatu hari nanti impiannya itu akan menjadi kenyataan. Sayang sekali, ketika saatnya tiba baginya untuk bergabung dengan Angkatan Darat, ia ditolak oleh karena memiliki telapak kaki rata. Setelah berulang kali berusaha, ia kemudian melepaskan hasratnya untuk menjadi jenderal dan untuk hal itu ia mempersalahkan Tuhan yang tidak menjawab doanya. Ia merasa seperti berada seorang diri, dengan perasaan yang kalah, dan di atas segalanya, rasa amarah yang belum pernah dialaminya sebelumnya. Amarah yang mulai ditujukannya terhadap Tuhan. Ia tahu bahwa Tuhan ada, namun tidak mempercayaiNya lagi sebagai seorang sahabat, tetapi sebagai seorang tiran penguasa yang lalim. Ia tidak pernah lagi berdoa atau melangkahkan kakinya ke dalam gereja. Ketika orang-orang seperti biasanya berbicara tentang Tuhan yang Maha Pengasih, maka ia akan mengejek dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan rumit yang akan membuat orang-orang percaya itu kebingungan. Ia kemudian memutuskan untuk masuk perguruan tinggi dan menjadi dokter. Dan begitulah, ia menjadi dokter dan beberapa tahun kemudian menjadi seorang ahli bedah yang handal. Ia menjadi pelopor di dalam pembedahan yang berisiko tinggi dimana pasien tidak memiliki kemungkinan hidup lagi apabila tidak ditangani oleh ahli bedah muda ini. Sekarang, semua pasiennya memiliki kesempatan, suatu hidup yang baru. Selama bertahun-tahun, ia telah menyelamatkan beribu-ribu jiwa, baik anak-anak maupun orang dewasa. Para orang tua sekarang dapat tinggal dengan berbahagia bersama dengan putra atau putri mereka yang dilahirkan kembali, dan para ibu yang sakit parah sekarang masih dapat mengasihi keluarganya. Para ayah yang hancur hati oleh karena tak seorangpun yang dapat memelihara keluarganya setelah kematiannya, telah diberikan kesempatan baru. Setelah ia menjadi lebih tua maka ia melatih para ahli bedah lain yang bercita-cita tinggi dengan tekhnik bedah barunya, dan lebih banyak lagi jiwa yang diselamatkan. Pada suatu hari ia menutup matanya dan pergi menjumpai Tuhan. Di situ, masih penuh dengan kebencian, pria itu bertanya kepada Tuhan mengapa doa-doanya tidak pernah dijawab, dan Tuhan berkata, "Pandanglah ke langit, anakKu, dan lihatlah impianmu menjadi kenyataan." Di sana, ia dapat melihat dirinya sendiri sebagai seorang anak laki-laki yang berdoa untuk bisa menjadi seorang prajurit. Ia melihat dirinya masuk Angkatan Darat dan menjadi prajurit. Di sana ia sombong dan ambisius, dengan pandangan mata yang seakan-akan berkata bahwa suatu hari nanti ia akan memimpin sebuah resimen. Ia kemudian dipanggil untuk mengikuti peperangannya yang pertama, akan tetapi ketika ia berada di kamp di garis depan, sebuah bom jatuh dan membunuhnya. Ia dimasukkan ke dalam peti kayu untuk dikirimkan kembali kepada keluarganya. Semua ambisinya kini hancur berkeping-keping saat orang tuanya menangis dan terus menangis. Lalu Tuhan berkata, "Sekarang lihatlah bagaimana rencanaKu telah terpenuhi sekalipun engkau tidak setuju." Sekali lagi ia memandang ke langit. Di sana ia memperhatikan kehidupannya, hari demi hari dan berapa banyak jiwa yang telah diselamatkannya. Ia melihat senyum di wajah pasiennya dan di wajah anggota keluarganya dan kehidupan baru yang telah diberikannya kepada mereka dengan menjadi seorang ahli bedah. Kemudian di antara para pasiennya, ia melihat seorang anak laki-laki yang juga memiliki impian untuk menjadi seorang prajurit kelak, namun sayangnya dia terbaring sakit. Ia melihat bagaimana ia telah menyelamatkan nyawa anak laki-laki itu melalui pembedahan yang dilakukannya. Hari ini anak laki-laki itu telah dewasa dan menjadi seorang jenderal. Ia hanya dapat menjadi jenderal setelah ahli bedah itu menyelamatkan nyawanya. Sampai di situ, Ia tahu bahwa Tuhan ternyata selalu berada bersama dengannya. Ia mengerti bagaimana Tuhan telah memakainya sebagai alatNya untuk menyelamatkan beribu-ribu jiwa, dan memberikan masa depan kepada anak laki-laki yang ingin menjadi prajurit itu. Diambil dari Inspirational Christian Stories oleh Vincent Magro-Attard Untuk dapat melihat kehendak Tuhan digenapkan di dalam hidup kita, kita harus mengikuti Tuhan dan bukan mengharapkan Tuhan yang mengikuti. Dave Meyer, Life In The Word, Juni 1997 "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.... " Pengkotbah 311 Apa yang kau alami kini, mungkin tak dapat engkau mengerti. Satu hal tanamkan di hati, indah semua yang Tuhan beri. Tuhan-mu, tak akan memberi ular beracun pada yang minta roti, cobaan yang engkau alami takkan melebihi kekuatanmu. Tuhan Memberkati ^.^

rencana tuhan indah pada waktunya